Beberapa
definisi menggambarkan bahwa informasi dapat ditampilkan dalam beberapa format
dan dapat dimasukkan ke dalam sumber yang terdokumentasi (buku, jurnal,
laporan, tesis, grafik, lukisan, multimedia, rekaman suara). Di masa depan,
mungkin ada format lain dalam menampilkan informasi di luar imaginasi kita pada
saat ini. Dalam perkembangan teknologi informasi dan internet (ICT) dewasa ini,
maka timbul beberapa perkembangan yang mendorong perubahan konsep literasi
awal, menjadi konsep baru literasi yang memiliki pengertian yang berkaitan
dengan beberapa keahlian baru yang harus dimiliki oleh siswa. International
Literacy Institute, menjelaskan bahwa pengertian literasi sendiri sekarang
sudah berkembang dan diartikan menjadi sebuah “range” keahlian yang relatif
(tidak absolut) untuk membaca, menulis, berkomunikasi dan berfikir secara
kritis. Karena itu maka Tapio Varis, Ketua umum UNESCO untuk Global E-Learning
mengatakan bahwa dengan berkembangnya teknologi komputer dan informasi, maka
literasi bisa dipetakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
a - Literasi Teknologi, yaitu keahlian
untuk menggunakan internet dan mengkomunikasikan informasi.
- Literasi Informasi, yaitu keahlian
untuk melakukan riset dan menganalisa informasi sebagai dasar pengambilan
keputusan. Literasi informasi juga memiliki kemampuan untuk tahu kapan
ada kebutuhan untuk informasi, untuk dapat mengidentifikasi, menemukan,
mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu atau
masalah yang dihadapi. Menurut American Library Association (ALA), literasi
informasi merupakan serangkaian kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk
menyadari kapan informasi dibutuhkan dan kemampuan untuk menempatkan,
mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang dibutuhkan secara efektif.
c - Literasi Media, yaitu keahlian untuk
menghasilkan, mendistribusikan, serta mengevaluasi isi koleksi pandang dengar
(Audio Visual)
d - Literasi Global, yaitu pemahaman
akan saling ketergantungan manusia didunia global, sehingga mampu
berpartisipasi di dunia global dan berkolaborasi.
e - Literasi kompentensi sosial dan
tanggungjawab lebih kepada pemahaman etika dan pemahaman terhadap keamanan dan
privasi dalam berinternet (McPerson, 2007). Di tengah keberagaman bentuk dan
jenis informasi, maka kita dituntut tidak hanya dapat menbaca dan menulis bahan
tertulis (dalam bentuk buku atau tercetak) saja, tetapi bentuk-bentuk lain
seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Menurut Eisenberg (2004)
selain memiliki kemampuan literasi informasi, seseorang juga harus membekali
dirinya dengan literasi yang lain seperti :
a) Literasi visual adalah kemampuan
seseorang untuk memahami, menggunakan dan mengekspresikan gambar.
b) Literasi media merupakan kemampuan
untuk mengakses, menganalisis dan menciptakan informasi untuk hasil yang
spesifik. Media tersebut adalah Televisi, radio, surat kabar, film, musik.
c)
Literasi komputer adalah kemampuan
untuk membuat dan memanipulasi dokumen dan data melalui perangkat lunak
pangkalan data dan pengolah data dan sebagainya. Literasi komputer juga dikenal
dengan istilah literasi elektronik atau literasi teknologi informasi.
d) Literasi Digital merupakan keahlian
yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan perangkat digital. Beberapa
institusi pendidikan menyadari dan melihat hal ini merupakan cara praktis untuk
mengajarkan literasi informasi, salah satunya melaui tutorial.
e) Literasi Jaringan adalah kemampuan
untuk menggunakan, memahami, menemukan dan memanipulasi informasi dalam
jaringan misalnya internet. Istilah lainnya dari literasi jaringan adalah
literasi internet atau hiperliterasi. Secara garis besar Bawden (2001)
mengemukakan tiga jenis literasi berbasis keterampilan yaitu literasi media,
literasi komputer dan literasi perpustakaan. Literasi perpustakaan memiliki dua
pengertian, pengertian pertama adalah mengacu pada kemampuan dalam menggunakan
perpustakaan dan menandai awal lahirnya literasi informasi yang menekankan pada
kemampuan menetapkan sumber informasi yang tepat. Pengertian yang kedua berhubungan
dengan keterlibatan perpustakaan dalam program literasi tradisioanal seperti
pengajaran kemampuan membaca. Literasi perpustakaan biasanya disinonimkan
dengan keterampilan perpustakaan dan instruksi bibliografis. Menurut Snavely
dan Cooper (1997) literasi perpustakaan merupakan istilah alternatif untuk
literasi informasi yang merupakan bentuk terbaru dari instruksi perpustakaan
dan sumber informasi lainya. Saat ini kemamuan literasi informasi merupakan
sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam program pendidikan pemustaka di
perpustakaan. Pendidikan pemustaka saat ini mulai berkembang dan mencakup
segala aspek mengenai pencarian informasi, untuk mempersiapkan pemustaka
mencapai pembelajaran sepanjang hayat (Versosa, 2008: 12).
Referensi;
1.
Wikipedia, Ensiklopedia Bebas
2.
Tulisannya: Arsidi
0 komentar:
Posting Komentar